Author name: STAI Al-Ma'arif Ciamis

ALHAMDULILLAH, AKREDITASI PRODI PGMI STAI AL-MA’ARIF CIAMIS BERJALAN LANCAR

ALHAMDULILLAH, AKREDITASI PRODI PGMI STAI AL-MA’ARIF CIAMIS BERJALAN LANCAR Program studi PGMI telah selesai menjalani proses asesmen lapangan akreditasi. Dalam Proses Asesmen lapangan kali ini di laksanakan secara daring melalui zoom meeting. Visitasi dari Tim asesor BAN PT berlangsung selama dua hari di kampus STAI Al-Ma’arif Ciamis dimulai sejak Jum’at, 3 Maret 2023 s/d Sabtu, 4 Maret 2023. Di hari pertama, asesor melakukan wawancara kepada para dosen dan  tim lainnya, di mulai pada pukul 08,00 wib hingga selesai. Kegiatan visitasi asesmen lapangan daring di hari kedua ini di mulai dengan diskusi yang dipimpin oleh Dr. Fauzan, M.A. dan Prof. Dr. Mahyuddin, M.Ag. langsung. Selanjutnya untuk kemahasiswaan asesor menanyakan, bagaimana kegiatan perkuliahan dan mata kuliah apa saja yang diambil sebagai penunjang program studi PGMI, dan tak lupa pula asesor bertanya tentang apa saja sarana prasarana yang sekiranya dibutuhkan di dalam program studi PGMI. Banyak hal hal positif harus dipertahankan guna mendapatkan nilai terbaik daripada kegiatan akreditasi ini serta ada beberapa saran dan masukan yang di lontarkan oleh rekan rekan mahasiswa untuk didata oleh asesor. Salah satu nya mengenai permohonan peningkatan sarana prasarana yang memfasilitasi program studi PGMI, guna untuk menunjang kemampuan mahasiswa dalam program studi yang diambil. Ditulis oleh Maman Rukman

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui Pembelajaran Inovatif berbasis Aplikasi Quizizz pada pembelajaran Bahasa Inggris (Siswa Kelas VI MI Andalan Cijantung Ciamis)

Oleh: Risa Rahmawati, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STAI AL-Maarif Ciamis Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui Pembelajaran Inovatif berbasis Aplikasi Quizizz pada pembelajaran Bahasa Inggris (Siswa Kelas VI MI Andalan Cijantung Ciamis) Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Tujuan utama dari pendidikan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada individu agar dapat berkembang secara optimal. Dalam era digital seperti sekarang, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pendidikan yang efektif dan berkualitas merupakan tujuan utama dalam sistem pendidikan saat ini. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah motivasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dan secara langsung berdampak pada hasil belajar yang dicapai. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, motivasi belajar siswa menjadi semakin penting mengingat Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan pemahaman dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan media pembelajaran. Dalam   pengertian   yang   lebih   luas,   media   pembelajaran   adalah instrumen, proses, dan strategi yang digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan komunikasi guru dan siswa selama proses pembelajaran di kelas (Fawzi & Dodi, 2022; Helwah, Arisati, & Mufidah, 2023). Siswa  akan  lebih  banyak  terlibat  dalam  kegiatan  belajar  karena  mereka  tidak  hanya mendengarkan  penjelasan  guru  ketika  media  pembelajaran  digunakan  di  dalam  kelas.  Materi pembelajaran  juga  akan memiliki  makna  yang  lebih  jelas (Kurniawan,  Nizzam,  Fatikh,  &  Rofiq, 2022; Sirojuddin, Amirullah, Rofiq, & Kartiko, 2022). Unsur-unsur  berikut  dipandang  oleh  peneliti  sebagai  masalah  utama  dalam  pembelajaran bahasa Inggris diantaranya dalam  proses  pembelajaran  dan  evaluasi,  pendidik  dirasa  kurang dalam berinovasi, pembelajaran  yang  kurang  menarik  minat  siswa, penyampaian informasi dan pengulangan sumber atau materi pembelajaran yang monoton. Dengan mencermati beberapa  masalah  yang  muncul  selama  proses  belajar  mengajar,  dapat  dilihat  bahwa  jika hal-hal tetap sama tidak akan meningkatkan pemahaman siswa dan berdampak pada hasil belajar bagi siswa karena pembelajaran pasif memaksa peneliti untuk mengubah teknik atau metode pengajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif di dalam kelas. Peneliti memutuskan untuk menggunakan aplikasi  pembelajaran  Quizizz  sebagai  usaha  untuk  mengatasi  keadaan  pasif  dan  menjadi  aktif kembali, karena  popularitas  Quizizz  sebagai alat pembelajaran  yang  menarik  dan  menyenangkan. Melalui website, siswa dapat mengakses Quizizz dan bermain game bersama di kelas atau memanfaatkannya untuk pekerjaan rumah. Hasil dari tugas ini dapat dimasukkan kedalam evaluasi guru. Sudah ada kumpulan kuis pada program ini, dan siswa  dapat  dengan  mudah  mengaksesnya.  Quizizz  sangat  baik  untuk  menjadikan  pembelajaran interaktif,  karena  siswa  merasa  bersemangat  dalam  mengerjakan  kuis  secara  bersamaan  dengan teman sebayanya, mereka juga dapat langsung melihat peringkat kinerja mereka(Vieluf & Göbel, 2019). Quizizz   dimaksudkan   agar   menjadi   daya   tarik   yang   unik   bagi   siswa   dalam   proses pembelajaran  melalui  penggunaan  pendekatan  “belajar  sambil  bermain”  yang  menarik  dan menghibur.  Ada  proses  belajar  saat  bermain,  Kemiripan  antara  belajar  dan  bermain  adalah keduanya  mencakup  transformasi  yang  mungkin  mengubah  pengalaman,  sikap,  dan  perilaku. Keduanya  memiliki  persahabatan  yang erat.  Diakui  dengan  baik bahwa  dalam  temuan penelitian termasuk dalam kategori tinggi dan sangat berguna dalam proses berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan mencermati beberapa penelitian sebelumnya yang membahas penggunaan aplikasi Quizizz pada Mata Pelajaran umum untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan efektivitas siswa. Berbeda dengan penelitian ini yaitu pada mata pelajaran bahasa Inggris. Aplikasi ini  diharapkan  dapat  mempermudah  siswa  dalam  memahami  pembelajaran  bahasa Inggris, meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan hasil belajar. Salah satu pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah menggunakan aplikasi Quizizz. Aplikasi ini adalah sebuah platform pembelajaran online yang menawarkan berbagai macam kuis interaktif dalam bentuk permainan. Dengan menggunakan Quizizz, siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan menarik, serta dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. LITERATUR REVIEW Kesuksesan dalam pelaksanaan pembelajaran salah satunya dapat diketahui dari hasil belajar peserta didik. Hasil belajar dijadikan sebagai indikator yang dapat menggambarkan sejauh mana pencapaian dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari. Hasil belajar dapat mencakup pemahaman konsep, penguasaan keterampilan, dan tingkat pencapaian peserta didik. Hasil belajar yang baik menunjukkan bahwa peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan (Sajaya, et.al.,2023). Motivasi belajar merupakan faktor yang krusial dalam proses pembelajaran. Secara sederhana, motivasi belajar dapat diartikan sebagai dorongan atau keinginan yang timbul dalam diri peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sejalan dengan Andriani & Rasto, 2019 yang mendefinisikan motivasi sebagai daya dorong untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat dalam aktivitas belajar. Motivasi yang ada dalam diri siswa sangat berpengaruh terhadap perkembangan dalam berproses dan hasil belajar siswa. Menggunakan media dapat meningkatkan hasil dan proses belajar siswa sekaligus menumbuhkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bebas stres. Banyak pendidik yang menyadari pentingnya menggunakan media sebagai alat pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, terutama dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Farhani, Supangat, & Sinensis, 2022; Permadi & Adityawati, 2018). Pembelajaran akan berjalan lebih lancer jika berlangsung dalam suasana dan suasana yang ramah, nyaman, menarik, dan menyenangkan. Akibatnya, instruktur harus mampu membuat inisiatif pendidikan baru dan menggunakan peralatan yang lebih efektif dan terjangkau (Lubis, Suryani, Syahputra, & Sahila, 2023; Maulana, As-Syai, Irsahwandi, Mardianto, & Haidir, 2022). Menggunakan aplikasi pembelajaran Quizizz sebagai usaha untuk mengatasi keadaan pasif dan menjadi aktif kembali (Munawaroh, 2021). Karena popularitas Quizizz sebagaialatpembelajaran yang menarik dan menyenangkan, peneliti memutuskan untuk menggunakannya. Melalui website, siswa dapat mengakses Quizizz dan bermain game bersama di kelas atau memanfaatkannya untuk pekerjaan rumah di rumah. Hasil dari tugas ini dapat dimasukkan kedalam evaluasi guru. Sudah ada kumpulan kuis pada program ini, dan Siswa dapat dengan mudah mengaksesnya. Quizizz sangat baik untuk menjadikan pembelajaran interaktif, Karena siswa merasa bersemangat dalam mengerjakan kuis secara bersamaan dengan teman sebayanya, mereka juga dapat langsung melihat peringkat kinerja mereka (Vieluf & Göbel, 2019). Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenia penelitian kualitiatif berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VI MI Andalan Cijantung Ciamis. Tahap  perencanaan,  tahap  pelaksanaan,  tahap  observasi,  dan  tahap  refleksi  semuanya termasuk dalam masing-masing dari dua siklus yang membentuk proyek penelitian tindakan kelas ini.  Pengumpulan 

التعبيرات الاصطلاحية فى سورة القلم

التعبيرات الاصطلاحية فى سورة القلم رق حبيبي اللغة فكر ناطق، والتفكير لغة صامتة. واللغة هي معجزة الفكر الكبرى. إن للغة قيمة جوهرية كبرى في حياة كل أمة فإنها الأداة التي تحمل الأفكار، وتنقل المفاهيم فتقيم بذلك روابط الاتصال بين أبناء الأمة الواحدة ، وبها يتم التقارب والتشابه والانسجام بينهم.[1] إن القوالب اللغوية التي توضع فيها الأفكار، والصور الكلامية التي تصاغ فيها المشاعر والعواطف لا تنفصل مطلقاً عن مضمونها الفكري والعاطفي.[2] لقد غدت العربية لغة تحمل رسالة إنسانية بمفاهيمها وأفكارها، واستطاعت أن تكون لغة حضارة إنسانية واسعة اشتركت فيها أمم شتى كان العرب نواتها الأساسية والموجهين لسفينتها، اعتبروها جميعاً لغة حضارتهم وثقافتهم فاستطاعت أن تكون لغة العلم والسياسة والتجارة والعمل والتشريع والفلسفة والمنطق والتصوف والأدب والفن.[3] واللغة من الأمة أساس وحدتها، ومرآة حضارتها، ولغة قرآنها الذي تبوأ الذروة فكان مظهر إعجاز لغتها القومية.[4] وقال الجرجاني، للغة هي ما يعبر بها كل قوم عن أغراضهم. واللغة هي الوسيلة المهمّة لتوحيد صفوف الأمّة الواحدة، وجمع كلمة أفرادها كما أنّها أداة لتعبير عمّا يفكّر به المرء. اللّغة ألة لعرض ينتجه العقل، وهي وسيلة التفاهم بين أفراد الجماعة الواحدة. فاللغة كثيرة وهي مختلفة من حيث اللّفظ والمعنى اللّذان يخالجان ضمائر الناس.[5] وكان لاكتشاف اللغة السنسكريتية الهندية القديمة في أواخر القرن الثامن عشر أثر كبير في تطور الدراسات اللغوية في أوربا؛ ذلك أن البحث اللغوي الهندي كان يتميز بالدقة والاهتمام بالدراسات الوصفية، ويبتعد عن الجدل والفلسفة. [6] وقد تبين للغويين وجود أوجه شبه كبيرة بين السنسكريتية واللغات الأوربية، فدفعهم هذا إلى الاهتمام بالدراسة الوصفية والتاريخية والمقارنة للغات.[7] تعرف كلّ لغة من اللغات البشریّة مجموعة من التعبیرات التي اصطلح عليها أصحابها. لتؤدّي دلالات مختلفة ترتبط بمواقف معیّنة. ونجد أن هذه الدلالات تخرج عن إطار المعنى الكلّي لمعاني مفردات التعبیر إلى معنى جدید اصطلح أصحاب اللغة عليها. وتعرف هذه التعبیرات في الدرس اللغوي بالتعبیرات الاصطلاحیة. ويعرف التعبير الاصطلاحي Idiomatic Expression بأنه نمط تعبيري خاص بلغة ما، يتميز بالثبات، ويتكون من كلمة أو أكثر، تحولت عن معناها الحرفي الى معنى مغاير اصطلحت عليه الجماعة اللغوية. [8] وهذ التعبير يختلف عن التعبير السياقي Contextual Expression أي التعبيرات المركبة التي يتوقف فهم معناها على سياق تركيبها. [9]وهو ـ كما يقول أولمان ـ يجب أن يعالج ككل؛ حيث إنه ليس في مورفيماته ما يدل على المعنى الجديد، الذي يدل عليه التعبير ككل، وهو يختلف من لغة الى لغة. [10]وهذا بخلاف التعبير الاصطلاحي الذي يستمد معناه من المواضعة واصطلاح الجماعة اللغوية، كما يخضع لعرفية التعبير وهو شيء خارجي.[11] ولذا نجد يوجين أ. نيدا تطلق على التعبيرات الاصطلاحية تعابير خارجية المركز، بينما تطلق على التعابير السياقية تعابير داخلية المركز.[12] بالإضافة إلى ذلك، هناك تعبيرات اصطلاحية أخرى تستخدم في دراسة اللغة، مثل “التحويل الصرفي” و”التراكيب النحوية” و”الدلالة” و”التركيب الداخلي للكلمة”. تستخدم هذه التعبيرات لوصف ظواهر لغوية محددة وتسهيل فهمها ودراستها. سورة القلم هي سورة من القرآن الكريم تحتوي على العديد من التعبيرات الإصطلاحية التي تضيف إلى معانيها وتفسيرها. تعتبر هذه التعبيرات جزءًا من الأسلوب البلاغي والأدبي في القرآن الكريم، وتستخدم لنقل المعاني بشكل أكثر قوة وإيصالها بطرق مبتكرة. واحدة من التعبيرات الإصطلاحية المستخدمة في سورة القلم هي “وَإِنَّكَ لَعَلىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ” (القلم: 4)، والتي تعني أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان لديه أخلاق عظيمة ورفيعة. هذا التعبير يستخدم لتسليط الضوء على أخلاق رسول الله صلى الله عليه وسلم وتأكيد فضيلته. وأخرى من التعبيرات الاصطلاحية في سورة القلم هي “وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ” (القلم: 11)، والتي تعني أن الله هو العزيز والرحيم. يتم استخدام هذا التعبير لإظهار قوة الله ورحمته في نفس الوقت. كما تحتوي سورة القلم على تعبيرات إصطلاحية أخرى مثل “إِنَّ رَبِّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ” (القلم: 7)، و “إِنَّ رَبِّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ اضْطُرُّ مِنْكُمْ” (القلم: 8). هذه التعبيرات تستخدم لإظهار علم الله الشامل وقدرته على معرفة حال كل فرد وأفعاله. تستخدم هذه التعبيرات الإصطلاحية في سورة القلم لإبراز بعض المفاهيم والأفكار المهمة في الإسلام، مثل أخلاق الرسول صلى الله عليه وسلم، وقوة الله، ورحمته، وعلمه الشامل. تتضمن سورة القلم أيضًا تعبيرات إصطلاحية أخرى مثل “وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً” (القلم: 33)، و “وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَسْفَارِ لَعِبْرَةً” (القلم: 48). هذه التعبيرات تستخدم لإظهار أهمية استخلاص العبر والدروس من آيات الله في خلقه وفي الكتب المقدسة. باختصار، سورة القلم تحتوي على عدة تعبيرات إصطلاحية تستخدم لنقل المعاني بشكل قوي وإبراز بعض المفاهيم المهمة في الإسلام. هذه التعبيرات تساهم في إثراء المضمون وجذب انتباه المستمعين والقراء. مواقع التعبيرات الاصطلاحية فى سورة القلم كما يلى. رقم رقم أية أية 1 1 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ 2 13 عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ 3 16 سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ 4 17 اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ 5 20 فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ 6 22 اَنِ اغْدُوْا عَلٰى حَرْثِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰرِمِيْنَ 7 25 وَّغَدَوْا عَلٰى حَرْدٍ قٰدِرِيْنَ 8 31 قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا طٰغِيْنَ 9 48 فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ 10 51 وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ   ب)  معانى التعبيرات الاصطلاحية فى سورة القلم معانى التعبيرات الاصطلاحية فى سورة القلم كما يلى رقم رقم أية أية معانى التعبيرات الاصطلاحية 1 1 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ نون حرف من الحروف المقطعة، ذكر للتنبيه على إِعجاز القرآن. أقسم تعالى بالقلم الذي يكتب الناس به العلوم والمعارف، فإِن القلم أخو اللسان ونعمة من الرحمن على عباده[13] 2 13 عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ الزنيمُ: الملصق بالقوم وليس منهم، وهو الدعيُّ الذي لا يعرف أبوه [14] 3 16 سَنَسِمُه عَلَى الْخُرْطُوْمِ أي سنجعل له علامة على أنفه بالخطم عليه يعرف بها إِلى موته، وكنى بالخرطوم عن أنفه على سبيل الاستخفاف به، لأن الخرطوم للفيل والخنزير، فإِذا شبه أنف الإِنسان به كان ذلك غاية في الإِذلال والإِهانة كما يعبر عن شفاه الناس بالمشافر، وعن أيديهم وأرجلهم بالأظلاف والحوافر[15] 4 17   اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ كَاللَّيْلِ الشَّدِيد الظُّلْمَة أَيْ سَوْدَاء.[16] 5 20 فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ أي فأصبحت كالزرع المحصود إِذا أصبح هشيماً يابساً قال ابن عباس: أصبحت كالرماد الأسود، قد حرموا خير جنتهم بذنبهم[17] 6 22 اَنِ اغْدُوْا عَلٰى حَرْثِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰرِمِيْنَ صرم الشيء قطعه، وصرم النخلة قطع ثمرها[18] 7 25 وَّغَدَوْا عَلٰى حَرْدٍ قٰدِرِيْنَ أي ومضوا على قصد وقدرة في أنفسهم يظنون أنه تمكنوا من مرادهم قال ابن عباس: {على حَرْدٍ} على قدرة وقصد وقال السدي: على حنق وغضب وقال الحسن: على

PANDANGAN TOKOH EKONOMI MODERN TERHADAP BUNGA BANK

     Oleh: Nela Azizah, S.E.Sy., M.E. laziza111@gmail.com Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Ma’arif Ciamis     I.              PENDAHULUAN Bank merupakan suatu lembaga bisnis, dan sistem bunga menjadi suatu mekanisme bank untuk pengelolaan peredaran dana masyarakat. Anggota masyarakat yang memiliki dana, dapat – bahkan diimbau untuk – menitipkan dana mereka yang tidak digunkan pada bank untuk jangka waktu tertentu. Kemudian bank meminjamkan dana itu kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkan dana untuk usaha dalam jangka waktu tertentu pula. Anggota masyarakat yang meminjam dana dari bank pada umumnya untuk dipergunakan sebagai modal usaha, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Dan dia akan mendapat keuntungan dari usahanya yang dimodali oleh bank tersebut.[1] Pembahasan tentang bank mengalami banyak kontroversi terutama mengenai status hukum bunga bank, khususnya masyarakat muslim di seluruh dunia yang sering kali bertanya-tanya apakah bunga bank itu halal, haram ataukah subhat. Hal ini menjadi topik pemikiran bagi cendekiawan dan tokoh ekonomi modern dalam memecahkan status hukum bunga bank. II.           PANDANGAN TOKOH EKONOMI MODERN TERHADAP BUNGA BANK A.    Pengertian Bunga Bank Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bunga adalah balas jasa dengan penggunaan uang atau modal yang dibayar pada waktu disetujui yang  umumnya dinyatakan sebagai prosentase dari modal.[2] Bunga bank adalah tambahan yang diberikan oleh bank atas simpanan atau yang diambil oleh bank atas utang.  Bunga umumnya timbul dari sejumlah uang pokoknya, yang lazim disebut dengan istilah “kapital” atau “modal”[3] berupa uang. Dan bunga itu juga dapat disebut dengan istilah “rente” juga dikenal dengan “interest”.[4] Menurut Goedhart dalam Harahap, bunga atau rente itu adalah perbedaan nilai, tergantung pada perbedaan waktu yang berdasarkan atas perhitungan ekonomi.[5] Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.[6] Bunga juga dapat diartikan sebagai harga[7] kepada deposan (yang memiliki simpanan) dan debitur (nasabah yang memperoleh pinjaman) yang harus dibayar kepada bank. Sesungguhnya bunga telah dianggap penting demi keberhasilan pengoperasian sistem ekonomi yang ada bagi masyarakat. Tetapi Islam mempertimbangkan bunga itu sebagai kejahatan yang menyebarkan kesengsaraan dalam kehidupan.[8] B.     Macam-Macam Bunga Bank Dalam kegiatan perbankan ada 2 macam bunga yang diberlakukan kepada nasabahnya, yaitu: 1.      Bunga Simpanan (Funding) Adalah bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayarkan bank kepada nasabahnya. Sebagai contoh: Jasa giro (Demand Deposit),[9] Bunga tabungan (Saving Deposit),[10] Bunga deposito (Time Deposit)[11] dan Rekening Koran (Current Account).[12] 2.      Bunga Pinjaman (Landing) Adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Sebagai contoh  bunga kredit.[13] Kedua macam bunga ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah, sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. C.    Pandangan Tokoh Ekonomi Modern Terhadap Bunga Bank Lembaga perbankan belum ada pada era ulama fiqh klasik. Sebab itulah  dalam literatur fiqh klasik tidak dijumpai pembahasan yang mengaitkan antara riba dan bunga perbankan. Bahasan bunga bank apakah termasuk riba atau tidak, baru ditemukan dalam berbagai literatur fiqh kontemporer dan dikaji oleh para ekonom modern, baik di Indonesia maupun dunia. 1.      Pandangan Tokoh Ekonomi Indonesia Terhadap Bunga Bank a.       Mohammad Hatta Moh. Hatta merupakan salah seorang tokoh ekonomi sekaligus Wakil Presiden pertama RI yang juga dijuluki Bapak Koperasi Indonesia. Beliau berpendapat bahwa bunga bank untuk kepentingan produktif, yakni orang meminjam uang bukan untuk dimakannya, tetapi dijadikan modal perusahaan yang nantinya akan menghasilkan keuntungan, adalah hak bagi bank yang meminjamkan itu untuk mendapat keuntungan dari uangnya yang dipergunakan orang tersebut. Dan bunga tersebut bukan riba, apabila untuk kepentingan konsumtif itu riba. Moh.Hatta menghukumi riba pada pinjaman konsumtif. Beliau menyatakan bahwa pinjaman yang tujuannya untuk produktif tidaklah haram tetapi kalau tujuannya untuk konsumtif adalah haram.[14] b.      Syafruddin Prawiranegara Beliau adalah pakar ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Menurut beliau sistem perbankan modern yang menerapkan sistem bunga diperbolehkan, karena didalamnya tidak mengandung unsur eksploitasi yang zalim, oleh karenanya tidak perlu didirikan bank tanpa bunga.[15] c.       Muhammad Syafi`i Antonio Muhammad Syafi`i Antonio dikenal luas sebagai tokoh perbankan, ikon keuangan dan pakar ekonomi syariah di Indonesia. Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik” beliau menjelaskan berbagai argumen naqli dan aqli hingga sampai pada kesimpulan bahwa praktik membungakan uang merupakan salah satu bentuk riba yang hukumnya haram.[16] d.      Agustianto Agustianto adalah salah seorang pakar ekonomi syariah Indonesia yang merupakan Anggota DSN MUI dan Ketua 1 Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia juga Dosen Pasca Sarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah UI. Beliau sependapat dengan hasil penelitian ilmiah para pakar ekonomi Islam dunia yang telah menyimpulkan bahwa bunga dan riba benar-benar sama/identik. Bahkan bunga bank yang dipraktekkan saat ini jauh lebih zalim dari riba jahiliyah. Namun, sebagian kalangan masyarakat awam, masih menyangka bahwa persoalan hukum bunga bank masih khilafiyah. Yang dimaksudkan awam dalam hal ini adalah awam dalam ilmu ekonomi dan moneter Islam, meskipun mereka intelektual muslim dalam bidang agama. Padahal yang sebenarnya ialah para ulama yang ahli ilmu ekonomi telah menyatakan ijma’  tentang keharaman bunga bank. Hal itu tidak diragukan lagi.[17] e.       Ma’ruf Amin Beliau adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat yang menguasai ilmu ekonomi Islam. Beliau mengatakan bahwa dibolehkannya bunga dalam keadaan dharurat (keterpaksaan) karena waktu itu belum ada satu pun bank syari’ah, setelah ada bank syari’ah maka kedharuratan itu telah hilang. Beliau menafsirkan ad’afan muda’afah sebagai kondisi darurat. Ketika sekarang sudah ada perbankan syari’ah yang tidak menganut sistem bunga tetapi sistem bagi hasil maka bunga bank hukumnya haram, karena unsur darurat sudah tidak bisa diperlakukan lagi.[18] 2.      Pandangan Tokoh Ekonomi Dunia Terhadap Bunga Bank a.       Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqi Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqi merupakan salah seorang pakar ekonomi Islam dunia. Dalam salah satu bukunya “Muslim Economic Thinking” yang diterjemahkan oleh A.M Sefuddin dengan judul “Pemikiran Ekonomi Islam”, beliau berpendapat bahwa bunga bank merupakan salah satu sumber dari sekian banyak sumber keburukan ekonomi, seperti depresi dan monopoli.  Alasan-alasan yang digunakan Muhammad Netajullah Shiddiqi dalam mengharamkan bunga adalah sebagai berikut: 1)      Bunga bersifat menindas (zhalim) yang menyangkut pemerasan. Dalam pinjaman konsumtif seharusnya yang lemah (kekurangan) ditolong oleh yang kuat (mampu), tetapi dengan bunga pada awalnya orang lemah ditolong kemudian diharuskan membayar bunga, itu tidak ditolong, tetapi memeras. 2)      Bunga memindahkan kekayaan dari orang miskin (lemah) kepada orang kaya (kuat) yang kemudian dapat menciptaan ketidakseimbangan kekayaan. Ini bertentangan dengan kepentingan sosial dan berlawanan dengan kehendak Allah

الأمر والنهي فى سورة التوبة (دراسة تحليلية بلاغية فى سورة التوبة)

الأمر والنهي فى سورة التوبة (دراسة تحليلية بلاغية فى سورة التوبة) رق حبيبي القرآن هو كلام الله الذي نزل به الروح الأمين على قلب رسول الله صلى الله عليه وسلم محمد بن عبد الله بألفاظه العربية ومعانيه الحقة، ليكون حجة للرسول على أنه رسول الله ودستورا للناس يهتدون بهداه، وقربة يتعبدون بتلاوته، وهو المدون بين دفتي المصحف، المبدوء بسورة الفاتحة، المختوم بسورة الناس، المنقول إلينا بالتواتر كتابة ومشافهة جيلا عن جيل، محفوظا من أي تغيير أو تبديل، مصدقا قول الله سبحانه فيه: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ .(الحجر: 9). القرآن لغة على أصح الآراء مصدر على وزن فُعلان، كالغُفران، بمعنى القراءة. قال تعالى: إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ * فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ( القيامة: 17- 18) . واصطلاحاً: هو كلام الله القديم , المعجز , المُنَزل على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم، المكتوب بالمصاحف، المنقول بالتواتر ، المُُتعَّبد بتلاوته . (مناع خليل القطان , دس : 6). فمن خواص القرآن أن ألفاظه ومعانيه من عند الله، وأن ألفاظه العربية هي التي أنزلها الله على قلب رسوله، والرسول ما كان إلا تالياً لها ومبلغاً إياها (عبد الوهاب خلاف, دس : 1 / 23). ومن خواصه أنه منقول بالتواتر أي بطريق النقل الذي يفيد العلم والقطع بصحة الرواية، ويتفرع عن هذا بعض القراءات التي تروى بغير طريق التواتر كما يقال: ( وقرأ بعض الصحابة كذا) لا تعد من القرآن ولا تثبت لها أحكامه. (عبد الوهاب خلاف, دس : 1 / 24) واللغةُ العربيةُ: هي الكلماتُ التي يُعبرُ بها العربُ عن اغراضهم. وقد وصلت إلينا من طريق النقل. وحفظها لنا القرآن الكريم والأحاديث الشريفة، وما رواهُ الثِّقات من منثور العرب ومنظومهم. (مصطفى الغلايين,2000    : 7). وأما بلاغة الكلام فهي مطابقته لمقتضى الحال مع فصاحته، ومقتضى الحال مختلف فإن مقامات الكلام متفاوتة، فمقام التنكير يباين مقام التعريف، ومقام الإطلاق يباين مقام التقييد، ومقام التقديم يباين مقام التأخير، ومقام الذكر يباين مقام الحذف، ومقام القصر يباين مقام خلافه، ومقام الفصل يباين مقام الوصل، ومقام الإيجاز يباين مقام الإطناب والمساواة، وكذا خطاب الذكي يباين خطاب الغبي، وكذا لكل كلمة مع صاحبتها مقام إلى غير ذلك كما سيأتي تفصيل الجميع وارتفاع شأن الكلام في الحسن والقبول بمطابقته للاعتبار المناسب وانحطاطه بعدم مطابقته له، فمقتضى الحال هو الاعتبار المناسب وهذا، أعني تطبيق الكلام على مقتضى الحال هو الذي يسميه الشيخ عبد القاهر بالنظم حيث يقول: النظم تآخي معاني النحو فيما بين الكلم على حسب الأغراض التي يصاغ لها الكلام. (جلال الدين القزويني, دس : 1 / 3).  البلاغة عند أهل اللّغة هي حُسْنُ الكلام مع فصاحته وأدائه لغاية المعنى المراد. والرجل البليغ هو من كان فصيحاً حسَنَ الكلام يَبْلُغُ بعبارة لسانه غايةَ المعاني الّتي في نفسه، ممّا يُرِيد التعبير عنه وتوصيلَهُ لمن يُرِيد إبلاغه ما في نفسه. (عبْدالرحمن حسن حَبَنَّكة الميْداني, 1993 : 1/ 103) وأصل مادّة الكلمة في اللّغة تدور حول وُصُولِ الشيء إلى غايته ونهايته، أو إيصال الشيء إلى غايته ونهايته. تقول لغةً: بلغَ الشّيءُ يَبْلُغُ بُلوغاً وبلاغاً، إذا وصل وانتهى إلى غايته. وتقول: أبلغْتُ الشيءَ إبلاغاً وبَلاَغاً، وبلَّغتُهُ تَبْليغاً، إذا أوصلته إلى غايته ونهايته. وبَلَغَ الْغُلاَمُ وبَلغت الجارية، إذا وصَلا إلى انتهاء مرحلة ما دون التكليف، ودخلا في مرحلة التكليف، ويكون ذلك باحتلام الغلام وحيض الجارية، ويُقَال: ذكَرٌ بالغ، وأنثى بالغٌ وبالغة. والأمر البالغ، هو الأمر الذي وصل إلى غايته فكان نافذاً. والبلاغَةُ تكون وصفاً للكلام، ووصفاً للمتكلّم. (عبْدالرحمن حسن حَبَنَّكة الميْداني, 1993 : 1/ 103) بلاغة الكلام في الاصطلاح: هي مطابقة الكلام لمقتضى حَال من يُخَاطبُ به مع فصاحة مفرداته وجُمَله. فيشترط في الكلام البليغ شرطان: الشرط الأول: أن يكون فصيح المفردات والجمل. الشرط الثاني: أن يكون مطابقاً لمقتضى حال من يُخَاطبُ به. (عبْدالرحمن حسن حَبَنَّكة الميْداني, 1993 : 1/ 103) الأمر هو طلب حصول الفعل من المخاطب : على وجه الاستعلاء (بأن يعد الآمر نفسه عاليا لمن هو أقل منه شأنا  ،  سواء أكان عاليا في الواقع أولاً. ولهذا نسب إلى سوء الأدب إن لم يكن عالياً واشتراط الاستعلاء بهذا المعنى هو ما عليه الأكثر من الما تريدية_ والامام الرازي – والآمدي من الأشعرية – وأبو الحسن من المعتزلة  ،  وذهب الأشعري إلى أنه لا يشترط هذا – وبه قال كثير من الشافعية – والأشبه أن الصدور من المستعلى يفيد إيجابا في الأمر  ،  وتحريما في النهي – وأعلم أن الأمر للطلب مطلقا – والفور والتراخي من القرائن – ولا يوجب الاستمرار والتكرار في الأصح  ،  وقيل ظاهر» الفور كالنداء والاستفهام إلا بقرينة – وهو ما اختاراه السكاكي – واعلم أيضا أن الأمر يكون استعلاء مع الأدنى ،ودعاء مع الأعلى  ،  والتماسا مع النظير.) . وله أربع صيغ فعل الأمر – كقوله تعالى «يا يحيى خذ الكتاب بقوة» والمضارع المجزوم بلام الأمر ,كقوله تعالى (لينفق ذو سعة من سعته) واسم فعل الأمر ,نحو (عليكم أنفسكم لا يضركم من ضل إذا اهتديتم). والمصدر النائب على فعل الأمر ,نحو سعياً في سبيل الخير (السيد أحمد الهاشمي, دس : 1 /63) النهي هو طلب الكف عن الشيء على وجه الاستعلاء (أي : أن النهي طلب الكف عن الشيء ،ممن هو أقل شأنا من المتكلم ،وهو حقيقة في التحريم : كما عليه الجمهور – فمتى وردت صيغة النهي أفادت الحظر والتحريم على الفور. واعلم أن النهي كالأمر –  فيكون إستعلاء مع الأدنى  ،ودعاء مع الأعلى ،والتماسا مع النضير مع الإلزام ،وله صيغة واحدة ،وهي المضارع المقرون بلا الناهية, كقوله تعالى (ولا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضاً). (السيد أحمد الهاشمي, دس  : 1 /63) سورة التوبة هي السورة الكريمة من السور المدنية التي تعنى بجانب التشريع ، وهي من أواخر ما نزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم فقد روى البخاري عن البراء بن عازب أن آخر سورة نزلت سورة براءة ، وروى الحافظ ابن كثير : أن أول هذه السورة نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم عند مرجعه من غزوة تبوك ، وبعث أبا بكر الصديق أميرا على الحج تلك السنة ، ليقيم للناس مناسكهم ، فلما قفل أتبعه بعلي بن أبي طالب ليكون مبلغا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ما فيها من الأحكام نزلت في (السنة التاسعة) من الهجرة ، وهي السنة التي خرج فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم لغزو الروم ، واشتهرت بين الغزوات النبوية ب (غزوة تبوك ) وكانت في حر شديد ، وسفر بعيد ، حين طابت الثمار ، وأخلد الناس إلى نعيم الحياة ، فكانت إبتلاء

INGIN KAYA ? RAJINLAH INFAK, INGIN INFAK? RAJINLAH BEKERJA

  Oleh: Mugni Muhit, S.Ag., S.Pd., M.Ag. Faktanya tIdaklah mudah untuk mengikis habis sifat pelit, sebab setiap akan memberi, saat itulah Iblis datang merayu menggoda menghalangi untuk melakukannya. Hal ini karena Iblis memahaminya dengan baik, bahwa dengan banyak memberi, berbagi dan berinfak, Allah akan menyelamatkannya, sementara Iblis ingin banyak teman kelak di neraka. Berinfak sebanyak 500 ekor kuda tunggangan dan 1.500 ekor kuda angkutan, kehebatan siapa itu ? Dialah Abdur Rahman Bin Auf Ra, memeluk Islam semenjak awal penyebaran Islam yang dilakukan Rasulullah. Beliau termasuk Assabiqunal Awwalun, dari 8 orang yang pertama beriman dan memeluk Islam. Sayyidina Abu Bakar RA lah yang memperkenalkan dan promosikan Islam kepada Sayyidina Abdurrahman Bin Auf RA. Sayyidina Abdur Rahman Bin Auf adalah seorang yang rupawan, memiliki postur tinggi, berbadan tegap, kulitnya halus, wajah bersinar, hanya kakinya sedikit pincang, karena ada 20 luka yang dialaminya saat ikut pasukan Uhud mempertahankan Islam dari upaya penghancuran para pembenci dan pembangkang Islam. Beliaulah orang yang memiliki harta melimpah dan terkenal akan kedermawanannya. Dikatakan; “Seluruh penduduk Madinah menikmati kekayaan Sayyidina Abdurrahman Bin Auf: sepertiga kekayaannya dipinjamkan kepada mereka yang butuh, Sepertiga lagi untuk membayar hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagikan kepada orang orang miskin” Suatu ketika, beliau menyumbangkan 500 ekor kuda untuk tunggangan pasukan, dan 1.500 kendaraan yang penuh muatan untuk Pasukan Pejuang Islam. Apa rahasia dan hikmah suci di balik kekayaan beliau? 1. Infak menjadi rutinitas, peduli sesama, rajin menolong jadi kebiasaan. 2. Beliau orang yang sangat empati dan peka pada kehalalan hartanya. 3. Hartanya tidak disimpan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan Agama dan halayak. 4. Rasulullah Saw pernah bersabda kepadanya: ” Wahai putranya Auf, engkau adalah orang kaya raya. Engkau akan memasuki Surga dalam keadaan merangkak. Karena itu, pinjamkanlah kekayaanmu kepada Allah, niscaya Allah akan Memudahkan langkahmu.” Maka diapun terus berinfak tanpa ragu. 5. Biasanya kesuksesan bisnis selalu dilihat dari keuntungan yang diperoleh, tapi berbeda dengan Abdurrahman Bin Auf, beliau sukses karena banyaknya harta yang diinfakkan di jalan Allah. Demikianlah kisah hidup Sayyidina Abdur Rahman Bin Auf Di dalam Kitab “60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW”. 6. Semua yang diinfakkan untuk peduli sesama dan untuk jalan Allah, itulah yang tersisa untuk dini’mati dan menolong kita kelak di Akhirat. 7. Jangan ada hari yang terlewatkan tanpa memberi, minimal: 1 bungkus nasi dan sebotol air minum. Uang seberapapun ke kotak infak di Masjid sisipkanlah. Jangan tunggu kaya baru memberi, tapi memberilah agar bisa kaya. Semoga Allah Swt tak henti-henti mengabukkan doa doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin berinfak serta peduli sesama. اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.

TERUS KETUK PINTU “LANGIT”

Oleh: Mugni Muhit, S.Ag., S.Pd., M.Ag. Dipastikan setiap kita semua, tanpa kecuali senantiasa mendambakan ampunan, menggandrungi Rahmat dan mengharapkan rezeki yang melimpah, maka mendekat dan bercumbu serta memohon belas kasihanlah pada Allah Swt, di setiap langkah dan aktivitas positif kita. Hanya Sang Pencipta yang akan selalu memberi dan menyayangi tanpa syarat, sebab Rahman RahimNya tiada tanding tiada banding, Allahu Akbar.. Ada banyak sekali dzikir dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, di antaranya seperti yang tertera di bawah ini. Maka setiap membuka sesuatu, seperti membuka: pintu rumah, pintu kamar, pintu lemari, pintu mobil, pintu toko, pintu kantor, pintu pagar, tutup botol, kaleng, peti, termasuk buka handphone, smartphone, komputer, internet, dll bukalah dengan tangan kanan sambil membaca Bismillah.., lalu bacakan : اللهم افتح لى ابواب رحمتك وغفرانك وارزاقك (Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika, wa ghufraanika, wa arzaaqika). “Yaa Allaah, bukakanlah untukkku pintu pintu rahmatMu, pintu pintu ampunanMu, dan pintu pintu rezekiMu”. Pesan Nubuwwah: 1. Pastikan setiap aktivitas dan kinerja kita menjadi Ibadah, sumber pahala dengan cara saat memulainya membaca Basmalah dan berdoa. 2. Mulai hari ini, saat membuka sesuatu, bukalah dengan terlebih dahulu membaca Basmalah dan dengan doa tersebut di atas. Semoga Allah Swt senantiasa mengabulkan doa-doa kita, dan membimbing kita untuk selalu tadzkirah, mengingat Allah Swt, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya padaNya  اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.

Scroll to Top